kerinci sungai penuh news
menu
pilihan

Kala Model-model Cantik Berfoto dengan Bawang...

Kala Model-model Cantik Berfoto dengan Bawang...

| Rabu, 20 Maret 2013 | Dibaca: ... kali
Kala Model-model Cantik Berfoto dengan Bawang...
MAGELANG, KOMPAS.com - Dalam beberapa waktu terakhir masyarakat Indonesia dihadapkan pada persoalan kenaikan ekstrim harga bawang merah dan bawang putih. Lonjakan harga salah satu komoditas penting itu terbilang mencekik masyarakat, khususnya para petani, pedagang sayur, ibu rumah tangga termasuk masyarakat ekonomi lemah.

Persoalan ini tidak terjadi dalam dongeng, kali ini bawang putih benar-benar telah membuat masyarakat menangis. Berawal dari keprihatinan terhadap kondisi tersebut, Komunitas Guyup Fotografi (GUFI) Magelang menggelar Photo Session on the Market.

Sebuah kegiatan di mana para juru foto mengabadikan beberapa pose sejumlah model di tengah pasar tradisional Tarumanegara, Kota Magelang. Pose dengan dengan latarbelakang komoditas bawang merah dan bawang putih menjadi bagian utama dalam sesi tersebut.

Para model pun di-make-up sedemikian rupa dengan kostum merah dan putih sebagai simbol warna bawang merah dan bawang putih. Tak ayal aksi meraka mendapat perhatian dari para pedagang pasar dan warga yang melintas.

Menurut Bambang Bro, salah satu koordinator GUFI Magelang, melalui kegiatan tersebut para pecinta fotografi merasa perlu memperlihatkan dalam bahasa gambar tentang realita sesungguhnya di tengah masyarakat. Kenyataan bahwa masyarakat khususnya masyarakat kelas ekonomi lemah telah menjadi korban kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada mereka.

"Kenapa ini semua terjadi? Bawang putih yang biasanya bisa didapat dengan harga murah kini mendadak melonjak tinggi. Hal ini sesungguhnya tidak lepas dari motif atau cara-cara lama yang sengaja dimainkan oleh importir-importir nakal untuk mempengaruhi dan menekan pemerintah terkait kebijakan regulasi import," ujar Bambang di sela kegiatan, Rabu (20/3/2013).

Bambang menilai, kenyataan terebut sangat masuk akal sebagai respon para pelaku impor komoditi pangan yang diterbitkannya Peraturan Menetri Pertanian Nomor 60 Tahun 2012 tentang rekomendasi impor holtikultura, yang berisi tentang pemberhentian import 13 jenis komoditas holtikultura.

"Kebijakan ini sungguh menyakitkan hati para petani holtikultura dan berimbas sampai pada para pedagang hasil pertanian di pasar tradisional. Itulah sebabnya mengapa GUFI memilih lokasi photo session di pasar tradisional ini," tandas Bambang.

Dengan tegas Bambang menuturkan, melalui kegiatan tersebut, GUFI ingin menyampaikan kepada masyarakat luas dan pemerintah melalui bahasa gambar. Pesannya adalah, untuk jangka panjang tidak bisa tidak pemerintah Indonesia harus menggalakkan dan mengoptimalkan produksi pangan nasional. Subyeknya para petani kecil yang menjadi mayoritas masyarakat Indonesia.

"Pemerintah harus serius berpihak pada petani lokal. Impor pangan tidak semestinya terjadi di negeri yang gemah ripah loh jinawi," ujar Bambang.
Editor :
Glori K. Wadrianto

Rekomendasi

Rekomendasi

TERKINI

Lihat Semua