kerinci sungai penuh news
menu
pilihan

Empat Kasus Sengketa Lahan Belum Terselesaikan

Empat Kasus Sengketa Lahan Belum Terselesaikan

| Jumat, 12 Juli 2013 | Dibaca: ... kali
MUARASABAK - Hingga Juli 2013, empat kasus sengketa lahan yang ditangani Pemkab Tanjab Timur, masih belum terselesaikan. Penyebabnya adalah antara objek yang bersengkata masih sama-sama mengumpulkan bukti kepemilikan yang dianggap kuat. ‘’Kami sudah memanggil ke empat objek yang bersengketa untuk segera diselesaikan, kami juga sudah memfasilitasinya," ujar Asisten I Setda Tanjab Timur, Sucipto.
            Menurutnya, keempat objek yang bersengketa tersebut adalah, antara PT Pipos dengan PT Das di Kecamatan Berbak, Gontor dengan Kelompok Tani Kota Baru, Kaswari Unggul dan kasus sengeketa ganti rugi di area GOR. "Kami hanya bisa memfasilitasi untuk penyelesaian konflik, sementara kalau untuk keputusan kembali kepada pemilik lahan," jelasnya.
Ditambahkannya, yang sering melatar belakangi adanya sengketa lahan, karena antara pemilik satu dengan pemilik satunya lagi. Keduabelah pihak sama-sama mengklaim memiliki seporadik. Dengan adanya seporadik tersebut menjadikan bukti kepemilikan suatu lahan . Padahal seporadik merupakan bukti penguasaan secara fisik saja. "Sementara untuk bukti kepemilikan yang sah adalah sertifikat. Banyaknya seporadik ini yang sering mengakibatkan terjadinya sengketa lahan, karena sama-sama memiliki seporadik jadi mengklaim bahwa lahan tersebut miliki mereka. Nah inilah sering memicu terjadinya konflik baik perusahaan dengan masyarakat, masyarakat dengan pemerintah, pemerintah dengan perusahaan dan masyarakat sesama masyarakat," bebernya.
Saat ditanya apakah ada keterlibatan Kades yang begitu mudah mengeluarkan seporadik? Dia menyebutkan tidak mengetahuinya secara pasti, karena mengenai pengeluran seporadik semua pejabat mulai dari Kades dan Lurah sudah ada ketentuan saat ingin mengeluarkan seporadik. "Ada rambu-rambunya ketika ingin mengelurkan seporadik, hal yang paling sederhana setiap Kades ingin mengeluarkan seporadik harus mengetahui objek lahan yang akan dikeluarkan seporadiknya, jangan asal mengeluarkan soperadik saja," tandasnya.

Rekomendasi

Rekomendasi

TERKINI

Lihat Semua