kerinci sungai penuh news
menu
pilihan

Tangkapan Ikan di Danau Kerinci Turun Drastis

Tangkapan Ikan di Danau Kerinci Turun Drastis

| Senin, 26 Desember 2016 | Dibaca: ... kali
"Setelah kejadian ikan mabuk, tangkapan turun drastis
KABARKERINCI - Sudah beberapa hari nelayan di danau Kerinci mengeluh.
Karena tangkapan nelayan di Danau Kerinci menurun drastis dari biasanya. Tak ada yang mengetahui pasti penyebabnya, namun banyak nelayan mengungkapkan ini terjadi setelah ikan di Danau Kerinci banyak yang mati.

Seorang nelayan di desa Ujung Pasir, Kecamatan Danau Kerinci mengatakan sudah tiga hari memasang jaring ikan di danau, namun hasilnya turun drastis. "Setelah kejadian ikan mabuk, tangkapan turun drastis. Sehari paling satu kilogram, kadang tidak dapat," kata Gafar seorang nelayan setempat kemarin (23/12).

 Berkurangnya tangkapan ikan di Danau Kerinci membuat harga di pasaran naik. Seperti harga ikan yang biasa dibawa pedagang ke desa dari biasanya Rp30 ribu perkilogram, saat ini harga ikan nila dijual Rp40 ribu sampai Rp45 ribu perkilogram. Itu pun tidak setiap hari pedagang menjual ikan. Terpisah Kadis Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kerinci, Safrudin mengakui tangkapan nelayan berkurang. Menurutnya kejadian ikan mati membuat nelayan sulit mendapat ikan.

 Selain nelayan, petani ikan keramba juga mengalami kerigian besar. "Iya banyak ikan yang mati, data kita lebih 5 ton ikan mati. Ini membuat ikan berkurang, jadi nelayan susah mendapatnya," ungkapnya. Saprudin mengatakam hal ini akan terjadi beberapa bulan kedepan. Setelah itu kondisi akan kembali normal. "Produksi ikan menurun jadinya, Ini siklus tahunan. Tapi nanti ikan berkembang lagi," ulasnya Sebelumnya keterangan yang disampaikan Kabid Perikanan Sutan Norman mengatakan fenomena ikan mati mendadak disebabkan adanya perputaran masa air danau. Apalagi cuaca yang tak menentu seperti angin kencang membuat air danau keruh.

Dari data yang diperoleh dinas perikanan, lebih 10 ton ikan milik petani jaring apung ikut mati. Bahkan ada ikan semah yang di budidaya petani ikut mati sedikitnya 300 kilogram. "Petani ikan keramba merugi, seperti di Koto Petai, Koto Tengah, Jujun, dan lokasi lainnya lebih 10 ton ikan mati. Kita tidak bisa berbuat banyak, hanya bisa membantu benih ikan nanti," katanya.

Rekomendasi

Rekomendasi

TERKINI

Lihat Semua