kerinci sungai penuh news
menu
pilihan

Harga Cabai Terpuruk, Petani Kerinci Enggan Tanam Cabai

Harga Cabai Terpuruk, Petani Kerinci Enggan Tanam Cabai

| Rabu, 13 September 2017 | Dibaca: ... kali
Ilustrasi penjual cabai
Kerincisungaipenuh.com - Nasib petani cabai diwilayah Kabupaten Kerinci semakin terpuruk. Harga cabai saat ini tak kunjung naik, malah harganya terus terjun bebas. Kondisi ini membuat para petani tidak bersemangat untuk menanam cabaidikebunnya.
Bahkan, dengan harga saat ini hanya Rp 10 ribu perkilogram para petani pun terpaksa merelakan cabainya membusuk di ladang, dari pada harus mengeluarkan upah panen yang membuat mereka merugi.
Pratama, seorang petani cabai asal desa Selampaung, Kecamatan Bukit Kerman, mengatakan harga cabai semakin memprihatinkan. Dengan luas areal tanam cabai yang ia miliki hampir 1 hektar tersebut, petani hanya mendapatkan untung hanya Rp 50 ribu. "Saat panen cabai pertama, hasil yang didapatkan 3 karung cabe, dengan upah mencapai Rp 450 ribu. Setelah dijual hasilnya cuman Rp 500 ribu, hanya untung 50 ribu," sebutnya Selasa (12/9).
Harga tersebut, katanya hanya kembali modal disaat menanam hingga perawatan, maka hampir semua petani saat ini dalan keadaan merugi. "Kalau luas cabai 1 hektar, itu modalnya berkisar 6 juta. Jika dibandingkan harga cabai saat ini, lebih baik kita biarkan cabe membusuk, dari pada rugi," katanya lagi.
Dengan kondisi tersebut, para petani lebih banyak bersedekah dengan masyarakat sekitar. "Terkadang kami biarkan saja warga sekitar mengambil cabai diladang, dari pada busuk, lebih baik juga untuk bersedekah," ujarnya.
Hal senada juga dikatakan Riko, petani cabai asal Sungai Jernih, Kota Sungai Penuh. Dimana saat ini, harga cabai terus turun, yang sebelum lebaran Idul Fitri sempat Rp 20 ribu perkilo, namun sekarang harganya sudah Rp 10 ribu perkilo, dan sempat juga Rp 8 ribu perkilonya. "Kami berharap, harga cabe akan segera normal kembali," singkatnya.
Namun berbeda dengan harga cabai rawit dipasaran. Dimana harga cabai rawit ditingkat pedagang dalam kabupaten Kerinci kisaran Rp 50 per kilogram. "Yang rendah cuma cabai kriting, kalau cabai rawit memang mahal saat ini. Saya tidak tahu apo penyebab mahalnyo cabai rawit," kata Fuad seorang petani cabai.
Kabid Pangan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kerinci, Hanim menjelaskan penyebab turunnya harga cabai menurut petani kemungkinan karena melimpahnya pasokan cabai dari luar Kerinci. Selain itu juga banyak masuknya cabe dari medan dan daerah jawa. Petani sedang panen raya di kayu aro 70 persen lagi panen cabai. 

Rekomendasi

Rekomendasi

TERKINI

Lihat Semua