kerinci sungai penuh news
menu
pilihan

Sekda Jambi Beberkan Suap Ketok APBD ke KPK

Sekda Jambi Beberkan Suap Ketok APBD ke KPK

| Rabu, 06 Desember 2017 | Dibaca: ... kali
Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang Rp4,7 miliar hasil operasi tangkap tangan di Jambi dan Jakarta ketika konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, 29 November 2017.

Kerincisungaipenuh.com - Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Jambi, Erwan Malik mengaku telah membeberkan segala hal yang diketahuinya mengenai kasus dugaan suap pengesahan APBD Jambi 2018 kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini diungkapkan Erwan usai diperiksa penyidik sebagai tersangka, Selasa (5/12).

‎Kepada awak media, Erwan mengaku, sudah berupaya koperatif dan menyampaikan segala hal yang diketahuinya kepada penyidik. Termasuk mengenai keterlibatan maupun arahan dari Gubernur Jambi Zumi Zola agar DPRD Jambi mengesahkan APBD Jambi 2018. Untuk itu, Erwan meminta awak media untuk mengonfirmasi kepada penyidik mengenai materi pemeriksaan yang dijalaninya‎ hari ini.

“Tanya sama penyidiklah ya. Saya sudah kooperatif, sudah terbuka dengan penyidik,” kata Erwan usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (5/12).

Erwan mengaku penyidik mencecarnya mengenai banyak hal terkait kasus suap senilai Rp 6 miliar ini. Setidaknya, terdapat 12 pertanyaan yang dilontarkan penyidik. Namun Erwan enggan merinci satu persatu keterangan yang telah disampaikannya.
“Banyak (pertanyaan). Macam-macam. (Sekitar) 12 pertanyaan,” katanya.

Diketahui, tim Satgas KPK mengamankan 16 orang dalam OTT di Jakarta dan Jambi, Selasa (28/11). Sejumlah pihak yang ditangkap di Jambi, di antaranya Ketua Fraksi PAN dan anggota Banggar DPRD Jambi, Supriyono; Plt Kadis PUPR Pemprov Jambi Arfan; Asisten Daerah III Pemprov Jambi Saifudin; anggota DPRD Jambi dari Fraksi Demokrat Nurhayati; Fauzi alias Atong selaku anak buah Saifudin; pihak swasta bernama Geni Waseso Segoro, Dheni Ivan dan Wahyudi selaku anak buah Arfan.

Selain itu, terdapat salah satu staf di Dinas PUPR Provinsi Jambi, Rinie; sopir Supriyono bernama Surip; Kepala UPDT Alat dan Perbekalan Provinsi Jambi Wasis serta Otong selaku sopir Arfan. Sementara itu, empat orang yang ditangkap di Jakarta, di antaranya Plt Sekda Pemprov Jambi Erwan Malik; Kepala Perwakilan Provinsi Jambi di Jakarta Amidy; Asrul selaku pihak swasta dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Varial Adhi Putra.

Setelah pemeriksaan intensif dan melakukan gelar perkara, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni Supriyono, Arfan, Erwan dan Saifudin.


Supriyono diduga menerima suap dari tiga pejabat Pemprov Jambi itu untuk menghadiri rapat pengesahan APBD Jambi tahun 2018. Diduga, Pemprov Jambi sudah menyiapkan 'uang ketok' sebesar Rp 6 miliar untuk 'mengguyur' DPRD Jambi. Namun, KPK baru menyita Rp 4,7 miliar dalam OTT pada Selasa (28/11). Sementara Rp 1,3 miliar lainnya sudah diserahkan pihak Pemprov Jambi kepada anggota DPRD Jambi.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Supriyono disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sedangkan Arfan, Erwan Malik dan Saifuddin yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Rekomendasi

Rekomendasi

TERKINI

Lihat Semua