kerinci sungai penuh news
menu
pilihan

Trump Orang Bodoh Yang Menantang Dunia

Trump Orang Bodoh Yang Menantang Dunia

| Minggu, 10 Desember 2017 | Dibaca: ... kali
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
JAKARTA - Kecaman terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump, terkait keputusannya yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, terus berdatangan dari seluruh penjuru dunia.

Keputusan provokatif dan tidak bijaksana tersebut, sangat melukai 1.5 miliar umat muslim di seluruh dunia. Klaim sepihak tersebut, sangat berpengaruh dan merusak proses perdamaian di Timur Tengah.

Peneliti Politik dari Sailendra Foundation, Jagad Nusantara mengatakan kebijakan Trump tersebut berpotensi menciptakan kekisruhan baru di kawasan Timur Tengah. Padahal, proses perdamaian yang diupayakan selama berpuluh tahun ada setitik harapan ke arah yang lebih baik. Namun, upaya tersebut hancur sia sia karena keputusan yang tidak beradab Donald Trump tersebut.

Ironis memang, tapi itulah kenyataan yang sesungguhnya terjadi. Dan, Trump telah menabuh genderang perang sekaligus menantang dunia.

“ Keputusan Trump sangat provokatif, menimbulkan gejolak politik dan keamanan penjuru dunia. Trump telah menghancurkan kemungkinan terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah,” kata Jagad.

Dunia Mengecam Langkah Trump

Mayoritas Pemimpin Dunia, tidak setuju dengan langkah yang diambil Donald Trump tersebut. Dari Dalam Negeri, Presiden Joko Widodo, turut mengecam Keputusan Trump, yang dinilai telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Menurut Presiden, keputusan tersebut dapat mengguncang stabilitas keamanan dunia.

“ Saya, rakyat Indonesia, kita semua, akan terus bersama rakyat Palestina dalam perjuangan untuk mencapai Kemerdekaan Palestina,” Tegas Jokowi, sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Antara, Kamis, 07/12/2017.

Jokowi menilai, bahwa persoalan Yerusalem merupakan suatu hal yang sangat urgen, dan ia meminta agar PBB segera bersidang untuk menyikapi tindakan gegabah Amerika Serikat tersebut.

Jokowi mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara negara anggota OKI untuk segera mengadakan sidang khusus, membahas pengakuan sepihak Amerika Serikat. Direncanakan, Konferensi Tingkat Tinggi OKI akan digelar di Istambul, Turki, pada 13 Desember 2017, mendatang.

Tanggapan Berbagai Negara Terkait Keputusan Sepihak Amerika Serikat.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Antonio Gutteres termasuk salah satu yang tidak setuju atas langkah Amerika Serikat, yang dinilai membahayakan tersebut. Antonio menyatakan,” Sejak hari pertama menjabat Sekjen PBB, saya konsisten menentang tindakan sepihak yang bisa membahayakan prospek perdamaian bangsa Israel dan Palestina”.
Sementara itu, Kerajaan Arab Saudi dalam pernyataan resminya menyatakan,” Gerakan Amerika Serikat, merepresentasikan penurunan yang signifikan dalam usaha mendorong proses perdamaian dan merupakan pelanggaran sejarah posisi Amerika yang netral terhadap pendudukan Yerusalem,”

Kementerian Luar Negeri Turki, pun mengecam keputusan dan klaim sepihak Amerika Serikat. Lewat pernyataan resminya menyatakan,” Kami mengutuk pernyataan tak bertanggung jawab Pemerintah Amerika Serikat, yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel,”

Tak hanya dari kalangan negara yang mayoritas muslim yang mengutuk tindakan biadab Donald Trump tersebut.

Presiden Palestina, Mahmud Abbas menyebut Amerika Serikat tidak lagi memainkan penjaga perdamaian, setelah keputusan kontroversialnya soal Yerusalem.

“ Langkah-langkah yang menyedihkan, dan tidak dapat diterima ini, dengan sengaja melemahkan semua upaya perdamaian,” kata Mahmud Abbas.

Kanselir Jerman Angela Merkel, dengan tegas mengatakan ,” Pemerintah Jerman tidak mendukung posisi ini, karena status Yerusalem harus diselesaikan dalam kerangka solusi dua negara,”.

Dan, Perdana Menteri Inggris, Theresa May, menyatakan,” Keputusan Amerika Serikat tersebut tak membantu terciptanya prospek perdamaian di kawasan tersebut,”.

Rekomendasi

Rekomendasi

TERKINI

Lihat Semua