kerinci sungai penuh news
menu
pilihan

Kisruh Parkir Unja, Mahasiswa: Ini sudah benar-benar diktator

Kisruh Parkir Unja, Mahasiswa: Ini sudah benar-benar diktator

| Jumat, 16 Februari 2018 | Dibaca: ... kali
Universitas Jambi
Universitas Jambi
Jambi – Kebijakan Rektorat Universitas Jambi (UNJA) yang memberlakukan parkir berbayar seperti di mal-mal, menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa. Sebab, mereka menilai kebijakan ini makin memberatkan di tengah biaya pendidikan yang semakin tinggi.

Yang bikin makin berat, mereka terkadang harus berulang kali keluar masuk kampus. Artinya, mereka juga akan berulang kali membayar karcis parkir di pintu gerbang kampus.Seorang mahasiswa Fakultas Hukum UNJA yang minta identitasnya tidak disebutkan mengaku, jika saat ini fasilitas untuk parkir berbayar sedang dalam proses pembangunan. Namun pihak mahasiswa sudah menolak.

“Tapi kemarin yang menolak malah dipanggil. Disebutkan jika tidak datang, resiko tanggung sendiri. Ini sudah diktator,” sesalnya.

Menurutnya, pihak rektorat seharusnya memberikan pelayanan yang bagus ke mahasiswa bukan malah alergi dengan kritik dari mahasiswa.

“Dari Ospek, ada salah sanksi. Demo parkir salah dipanggil. Ini sudah benar-benar diktator,” ucapnya.

Mengenai mekanisme parkir, ia menyebutkan dari info yang didapatkan satu kali parkir itu Rp 2.000. Setelah itu ada pemberlakuan parkir per jam dengan nilai Rp 1.000. Jadi bisa dibayangkan jika mahasiswa saat itu memiliki 3 mata kuliah ditambah ada aktivitas organisasi kampus.

Apalagi jika ada yang harus kekuar kampus kemudian masuk lagi ke kampus. Berarti harus bayar lagi. “Berapa yang harus dibayar. Bayar sekali saja berat apalagi bayar lagi. Ini sudah komersialisasi,” ketusnya.

“Jika Kampus sudah komersil seperti ini. Sekalian saja jadi mal. Suruh Dirjen Pajak minta pajak dari semua aktivitas kampus,” ujanya.

Rekomendasi

Rekomendasi

TERKINI

Lihat Semua